Kamis, 09 Januari 2020

MANAJEMEN RESIKO (UAS)


Nama              : Havidzah Adistya Sujudi
NIM                : 2016020284
Semester         : 7
Kelas               : Manajemen A5

ANALISIS RESIKO DAN SOLUSI TENTANG KEPUTUSAN BUMN TERHADAP PT. GARUDA INDONESIA

1.      Berita yang ada di PT Garuda Indonesia
Dari Isu yang telah beredar bahwa PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terkena kasus dugaan penyelundupan. Tak tanggung-tanggung, penyelundupan tersebut berupa onderdil sepeda motor Harley Davidson dan Sepeda Brompton. Penyelundupan tersebut dibarengi dengan pengiriman pesawat baru Garuda dengan tipe Airbus A330-900 (neo). Saat dicek oleh bagian Bea cukai bandara, terlihat 18 boks coklat terdapat 15 koli claimtag atas nama SAW berisikan part motor Harley Davidson bekas. Tidak hanya itu saja, terdapat 3 koil claimtag atas nama LS berisikan 2 unit sepeda Brompton baru berserta aksesoris sepeda. Hal ini berbuntut panjang, dari dugaan penyelundupan hingga pencopotan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Ari Askhara. 
Arya menjelaskan, Erick Thohir banyak menerima laporan, baik melalui pesan singkat yang disampaikan langsung kepadanya maupun lewat media sosial terkait penyelundupan motor Harley lewat pesawat Garuda yang baru tersebut. Laporan ini ditindaklanjuti oleh Erick kepada pihak Bea Cukai dan meminta dewan komisaris Garuda melakukan internal audit atas laporan-laporan tersebut. Dia menyebutkan, hasil audit tersebut telah disampaikan dan ditandatangani oleh Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol dan anggota Dewan komisaris lainnya.
Terdapat beberapa poin yang menjadi pertimbangan komisaris merekomendasikan pengambilan tindakan kepada direksi Garuda yang ikut dalam penerbangan tersebut. Pertimbangannya antara lain, keempat direksi ini dinilai melanggar aturan yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri BUMN SE 08/MBU/12/2015 tentang Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Bagi Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN. Ada empat direksi yang ikut perjalanan dinas ke Toulouse, untuk mengambil pesawat baru Airbus pesanan Gruda tersebut.  
Empat direksi yang ikut perjalanan dinas ini, menurut Arya, belum mendapatkan izin perjalanan dinas dari Kementerian BUMN.      

            Berdasarkan manifes, keempat direktur tersebut adalah, I Gusti Ngurah Askhara (Direktur Utama Garuda), Iwan Joeniarto (Direktur Teknik dan Layanan Garuda), Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha), dan Heri Akhyar (Direktur Capital Human).   
Selain itu, direksi ini juga dinilai melanggar aturan dengan membawa muatan kargo di pesawat baru yang belum terbang secara komersil.   

            Kemudian, aturan lainnya yang dinilai juga dilanggar adalah ketika pesawat yang baru datang langsung menuju hanggar milik PT GMF AeroAsia Tbk (GMFI), anak usaha Garuda Indonesia yang mengurusi perawatan pesawat, tanpa menuju pelataran pesawat (apron).

2.      Resiko yang terjadi Pada PT Garuda Indonesia
·         SDM
Dengan adanya pemecatan itu menjadikan struktur pengurusan yang sudah ada di perusahaan tersebut akan adanya perubahan kebijakan direktur yang baru. Masalah yang ada di Garuda Indonesia antara lain:
1.      Pengangkatan direksi tak berlandaskan kompetensi
2.      Pihak manajemen yang tidak berani mengambil keputusan untuk pembatalan atau reschedule pembelian pesawat-pesawat yang tidak begitu diperlukan.
·         Pemasaran
1.      Kerugian dan menurunnya pelanggan secara terus menerus
2.      Hilang kepercayaan dari pelanggan atas kualitas yang selama ini baik
·         Operasional
Pergantian dirut akan menyebabkan sedikit terhambat atas kinerjanya dikarenakan adanya adaptasi dirut baru.
·         Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan berdasarkan hasil pemeriksaan 18 kotak yang ditemukan dalam lambung pesawat baru Garuda Indonesia tipe Airbus A330-900 NEO, motor Harley Davidson tahun 1972 tersebut seharga Rp 800 jutaan. Adapun untuk sepeda Brompton diperkirakan seharga Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per unit. "Dengan demikian, total kerugian negara potensinya adalah Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar. 
3.      Solusi yang harus dilakukan
·         SDM
Menyeleksi tenaga kerja / karyawan dari skill, kemampuan dan integritas sesuai bidangnya masing-masing.
·         Pemasaran
1.      Menggencarkan promosi untuk mengangkat kembali nama baik perusahaan. Tentunya untuk menarik kepercayaan terhadap pelanggan.
2.      Efisien dan memilih rute-rute yang benar-benar menarik karena banyaknya persaingan dewasa ini
·         Operasional
1.      Kementrian BUMN di harapkan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.
2.      Menghindari kecerobohan yang merugikan perusahaan. Pastikan seluruh pegawai memiliki kemampuan dan ketrampilan bekerja yang memadai.
3.      Melakukan pengecekan mesin/ pesawat secara berkala terutama sebelum lepas landas
·         Keuangan
Terus melakukan kinerja yang positif agar saham garuda meroket kembali. Tidak panik atas berita yang beredar kerana dapat memicu kepanikan dalam salah satu bursa atau saham. Kepanikan akan menuntun investor untuk melepas (menjual) sahamnya.

Referensi:





      Dosen : Dr. Supawi Pawenang, SE.MM

      uniba.ac.id

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar