Kinerja Manajerial
Kinerja
merupakan suatu prestasi atau tingkat keberhasilan yang dicapai oleh individu
atau suatu organisasi dalam melaksanakan pada suatu periode tertentu. Menurut
Stoner (1986) kinerja (performance) merupakan kuantitas dan
kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, kelompok atau organisasi.
Pada sector pemerintahan, kinerja dapat diartikan sebagai suatu prestasi yang
dicapai oleh pegawai pemerintah atau instansi pemerintah dalam melaksanakan
pelayanan kepada masyarakat dalam suatu periode.
Kinerja
manajerial merupakan kinerja para individu dalam kegiatan-kegiatan manajerial,
seperti: perencanaan, investigasi, koordinasi, evaluasi, pengawasan, pengaturan
staf, negosiasi dan perwakilan (Mahoney, 1963). Kinerja sebagai hasil kerja
yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekolompok orang dalam suatu organisasi
sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai
tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan
sesuai dengan moral dan etika (Prawirosentono, 1999).
Kinerja
merupakan faktor penting yang digunakan untuk mengukur efektitas dan efisiensi
organisasi. Menurut Supomo dan Indriantoro (1998) bahwa: “Kinerja manajerial
adalah kinerja para individu anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan
manajerial, antara lain: perencanaan, koordinasi, supervisi, staffing,
negosiasi, dan representasi”. Bagi organisasi itu sendiri kinerja manajerial
dapat menjadi tolak ukur sejauh mana manajer melaksakanan fungsi manajemen.
Kinerja
manajerial merupakan seberapa jauh manajer melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen, Kinerja manajerial ini diukur dengan mempergunakan indikator
(Mahoney et.al, 1963):
- Perencanaan adalah penentuan kebijakan dan
sekumpulan kegiatan untuk selanjutnya dilaksanakan dengan mempertimbangkan
kondisi waktu sekarang dan yang akan datang. Perencanaan bertujuan untuk
memberikan pedoman dan tata cara pelaksanaan tujuan, kebijakan, prosedur,
penganggaran dan program kerja sehingga terlaksana sesuai dengan sasaran
yang telah ditetapkan.
- Investigasi merupakan kegiatan untuk melakukan
pemeriksaan melalui pengumpulan dan penyampaian informasi sebagai bahan
pencatatan, pembuatan laporan, sehingga mempermudah dilaksanakannya
pengukuran hasil dan analisis terhadap pekerjaan yang telah dilakukan.
Pengkoordinasian merupakan proses jalinan kerjasama dengan bagian-bagian
lain dalam organisasi melalui tukar-menukar informasi yang dikaitkan
dengan penyesuaian program-program kerja.
- Koordinasi, menyelaraskan tindakan yang meliputi
pertukaran informasi dengan orang-orang dalam unit organisasi lainya, guna
dapat berhubungan dan menyesuaikan program yang akan dijalankan.
- Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan oleh
pimpinan terhadap rencana yang telah dibuat, dan ditujukan untuk menilai
pegawai dan catatan hasil kerja sehingga dari hasil penilaian tersebut
dapat diambil keputusan yang diperlukan.
- Supervisi, yaitu penilaian atas usulan kinerja
yang diamati dan dilaporkan.
- Staffing, yaitu memelihara dan mempertahankan
bawahan dalam suatu unit kerja, menyeleksi pekerjaan baru, menempatkan dan
mempromosikan pekerjaan tersebut dalam unitnya atau unit kerja
lainnya.
- Negoisasi, yaitu usaha untuk memperoleh
kesepakatan dalam hal pembelian, penjualan atau kontrak untuk
barang-barang dan jasa.
- Representasi, yaitu menyampaikan informasi
tentang visi, misi, dan kegiatan- kegiatan organisasi dengan menghadiri
pertemuan kelompok bisnis dan konsultasi dengan kantor-kantor lain.
Ivancevich dalam jurnal
Juniarti dan Evelyne (2003:113) mengemukakan bahwa evaluasi atas kinerja
yang dilakukan oleh manajer beragam tergantung pada budaya yang dikembangkan
masing-masing perusahaan.
Juniarti dan Evelyne
(2003:113) mengemukakan beberapa ukuran yang digunakan dalam mengevaluasi
kinerja manajemen berdasarkan persepektif non keuangan sebagai berikut :
1. Kemampuan manajer untuk membuat perencanaan
(Schermenhorn, 1999:138), perencanaan yang baik dapat meningkatkan fokus
dan fleksibilitas manajer dalam menangani pekerjaannya. Masalah fokus dan
fleksibilitas merupakan dua hal yang penting dalam lingkungan persaingan yang
tinggi dan dinamis. Kemampuan manajer dalam membuat perencanaan dapat menjadi
salah satu indikator untuk mengukur kinerja manajer (Nazaruddin 1998:149).
2. Kemampuan untuk mencapai target , kinerja
manajer dapat diukur dari kemampuan mereka untuk mencapai apa yang telah
direncanakan (Mulyadi, 2001:302). Target harus cukup spesifik, melibatkan
partisipasi, realistik dan menantang serta memiliki rentang waktu yang jelas
(Hess, 1996:83)”.
3. Kiprah manajer diluar perusahaan, Intensitas
manajer dalam mewakili perusahaan untuk berhubungan dengan pihak luar
menunjukkan kepercayaan perusahaan kepada manajer tersebut. Kepercayaan ini dapat
timbul karena beberapa hal, salah satunya adalah kinerja yang baik dari manajer
. Wagner (1995:50) juga mengungkapkan bahwa peranan manajer dalam mewakili
perusahaan menunjukkan tingkat kinerjanya.
Sedangkan Menurut Stephen P.
Robbins dan Marry Coulter yeng dialihbahasakan oleh T. Hermaya dan Harry Slamet
(2004 :8) agar fungsi-fungsi manajemen berjalan sesuai harapan ada empat faktor
yang perlu dievaluasi yaitu :
1. Kemampuan
perencanaan
2. Kemampuan
pengorganisasian
3. Kemampuan
kepemimpinan
4. kemampuan
pengendalian
Dari
keempat faktor manajemen diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.
Kemampuan Perencanaan
Yaitu kemampuan manajemen yang mencakup
proses menentukan tugas apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan,
bagaimana cara mengelompokkan tugas-tugas itu, siapa yang harus melapor ke
siapa, dan dimana keputusan harus dibuat.
2.
Kemampuan pengorganisasian
Yaitu kemampuan manajemen yang mencakup
proses memotivasi bawahan, mempengaruhi individu atau tim sewaktu mereka
bekerja, memiliki saluran komunikasi yang paling efektif, dan memecahkan dengan
berbagai cara masalah perilaku karyawan.
3.
Kemampuan kepemimpinan
Yaitu kemampuan manajemen
yang mencakup proses pemantauan kinerja aktual, membandingkan actual dengan
standar, dan membuat koreksinya, jika perlu.
4.
Kemampuan pengendalian
Yaitu kemampuan manajemen yang mencakup
proses mendefinisikan sasaran, menetapkan strategi untuk mencapai
sasaran dan menyusun rencana untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan
sejumlah kegiatan.
Tingkatan Manajerial
Secara umum manajer berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas
bawahan dan sumber daya organisasi lainnya. Tingkatan manajemen dalam
organisasi menurut T. Hani Handoko
(2003:17) akan membagi manajer
menjadi tiga golongan yang berbeda, yaitu :
1. Manajer
lini pertama
2. Manajer
menengah
3. Manajer
puncak
Tingkatan manajemen
dalam organisasi menurut Handoko tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai
berikut :
1. Manajer lini
pertama
Tingkatan paling rendah
dalam suatu organisasi yang
memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Manajer lini sering
disebut dengan kepala atau pimpinan (leader), mandor (foreman) dan penyedia
(supervisor).
2. Manajer menengah
Manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer
lainnya dan karyawan operasional. Sebutan lain bagi manajer menengah
adalah manajer departemen kepala pengawas dan sebagainya.
3. Manajer puncak
Klasifikasi manajer ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif. Manajer
puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Yang termasuk
dalam manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden,
senior dan sebagainya.
Peran Manajerial
Menurut Henry Mintzbreg yang dikutip oleh Ismail Solihin (2009:5) terdapat
3 kategori dasar peran manajerial yaitu :
1. Peran interpersonal
(interpersonal roles )
2. Peran pembawa informasi
(informational roles)
3. Peran pengambil keputusan
(decisional roles)”.
Tugas Manajerial
Menurut T. Hani Handoko (2003:29) tugas penting yang dilakukan oleh manajer
adalah sebagai berikut :
1. Manajer
bekerja dengan orang lain
2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan
tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas
3. Manajer bertanggung
jawab dan mempertanggung jawabkan
4. Manajer harus
berfikir secara analitis dan konseptual
5. Manajer adalah
suatu mediator
6. Manajer adalah
seorang politisi
7. Manajer adalah
seorang diplomat
8. Manajer mengambil keputusan-keputusan
yang sulit.
Tujuan dan
Manfaat Penilaian Kinerja Manajerial
Penilaian
dan pengevaluasian kinerja manajerial dapat dilakukan dari berbagai segi, baik
dari segi keuangan maupun nonkeuangan. Pengukuran atau penilaian kinerja
merupakan suatu proses mencatat dan mengukur pelaksanaan kegiatan dalam arah
pencapaian sasaran, tujuan, visi dan misi melalui hasil-hasil yang ditampilkan
ataupun proses pelaksanaan suatu kegiatan. Pengukuran kinerja juga berarti
membandingkan antara standar yang telah ditetapkan dengan kinerja yang
sebenarnya terjadi. Penilaian kinerja memiliki beberapa tujuan dan manfaat bagi
organisasi dan pekerja (manajerial) yaitu:
1. Performance
Improvement
Memungkinkan manajer atau pegawai
untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja.
2. Compensation
adjusment
Membantu para pengambil keputusan
untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima reward ataupun sebaliknya.
3. Placement
Decision
Menentukan promosi atau transfer
posisi atau jabatan kerja kepada karyawan yang kompeten dalam bidangnya.
4. Training
and Development need
Mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan
pengembangan bagi pegawai agar kinerja mereka lebih optimal.
5. Career
planning and development
Memandu untuk menentukan jenis karir
dapat dicapai.
6. Staffing
process deficiencies
Mempengaruhi prosedur perekrutan
pegawai.
7. Informational
inaccuracies and job-design error
Membantu menjelaskan apa saja yang
telah terjadi di dalam suatu manajemen.
8. Equal
employment opportunity
Menunjukkan bahwa placement
decisions (penempatan jabatan kerja) itu tidak diskriminatif dan
bersifat adil bagi semua pihak.
9. External
challenges
Kinerja pegawai terkadang dipengarugi
oleh faktor eksternal seperti keluarga, keuangan pribadi, kesehatan, dan
lain-lain.
10. Feedback
Memberikan umpan balik bagi masalah
kepegawaian atau bagi pegawai itu sendiri.
KESIMPULAN
Manajemen Kinerja sebuah
proses di mana manajer mengatur sebuah perusahaan dan juga sebagai proses
komunikasi antar atasan dan karyawan
Jika di Tarik kesimpulannya Manajemen kinerja adalah hasil dari
proses aktivitas manajerial yang efektif mulai dari proses perencanaan,
pelaksanaan, penatausahaan, laporan pertanggungjawaban, pembinaan, dan
pengawasan.
Manfaat dan tujuan Kinerja
Manajemen dapat di simpulkan antara lain tujuan strategik, tujuan administratif,
dan Tujuan Pengembangan. Prinsip-prinsp dasar manajemen kinerja adalah
kejujuran, Pelayanan, Tanggung jawab, Bermain, Rasa kasihan, Perumusan tujuan,
Konsensus dan kerja sama, Berkelanjutan, Komunikasi dua arah, Umpan
balik. Manajemen kinerja juga memiliki banyak manfaat sesuai dengan
kedudukan masing masing, manajemen kinerja bermanfaat untuk sang manajer,
karyawan dan yang paling utama bermanfaat dalam mencapai tujuan, visi, misi
suatu organisasi atau perusahaan.
Referensi : Supawi
Pawenang, Modul Pembelajaran Ekonomi Manajerial, UNIBA Surakarta, 2018.
